Jul 14

YONARHANUD 1 MELAKSANAKAN HALAL BIHALAL BERSAMA MENYAMBUT IDUL FITRI 1437 H

Lebaran Idul Fitri merupakan Hari Raya umat Islam yang sangat ditunggu-tunggu. Setelah melaksanakan Ibadah Puasa selama 30 hari penuh, datangnya Idul Fitri 1437 H ibarat mencapai sebuah kemenangan. Banyak cara dan tradisi umat Islam di Indonesia dalam menyambut Hari Kemenangan tersebut. Tradisi Mudik dan Halal Bihalal selayaknya sudah mengakar dalam lini kehidupan seluruh lapisan masyarakat muslim Indonesia. Begitupun Anggota Yonarhanud 1, sebagian besar anggota melaksanakan mudik saat mendapatkan cuti hari raya, hanya sekedar untuk berkumpul bersama keluarga dan menengok kampung halamannya.

jam komandan

Pada kesempatan yang sangat baik ini, Keluarga Besar Yonarhanud 1 melaksanakan kegiatan Halal Bihalal seluruh warga Batalyon. Setelah seluruh anggota telah kembali dari melaksanakan cuti hari raya, selasa pagi 12 Juli 2016 seluruh warga Yonarhanud 1 baik Anggota, Persit dan anak-anaknya melaksanakan Halal Bihalal bersama untuk saling berjabat tangan dan saling memaafkan.

Kegiatan Halal Bihalal diawali dengan Jam Komandan Yonarhanud 1, Letkol Arh Anang Hasto Utomo, S.I.P., menyampaikan beberapa perhatian kepada seluruh prajurit, agar segera menyiapkan diri masing-masing untuk menyambuk kegiatan-kegiatan satuan. Selain itu beliau juga menyampaikan secara pribadi ucapan selamat Idul Fitri kepada seluruh prajurit dan seluruh warga Yonarhanud 1 serta memohon maaf lahir dan batin. Kegiatan setelah itu seluruh warga Yonarhanud 1 melaksanakan saling berjabat tangan sebagai tanda saling memaafkan semua kesalahan lahir dan batin. Kegiatan dilanjutkan acara ramah tamah sambil menikmati Opor Ayam dan Ketupat yang sudah disediak oleh satuan sambal mendengarkan musik dan lagu-lagu islami.

ramah tamah

Suasana yang harmonis dan menyenangkan pun tercipta dan seluruh anggota menikmati acara tersebut. Kegiatan selesai saat siang hari dan diakhiri dengan melaksanakan Shalat Dhuhur bersama di Masjid Al Ma’rifat Yonarhanud 1.  (ada_pen_arh1)

Jun 21

KEGIATAN EKSPEDISI NKRI KORIDOR PAPUA BARAT 2016

PAPUA, Surga kecil yang jatuh ke Bumi”. Begitulah ungkapan kalimat yang sering kita dengar tentang Papua. Ya, dan memang benar, Daerah Papua masih sangat Alami, daerah yang sangat kaya raya, banyak sekali keanekaragaman baik Flora & Fauna, Kekayaan Alam baik barang tambang maupun non tambang, Kearifan Lokal seperti Bahasa, Adat Istiadat, Seni dan Budaya, Pakaian Adat dan lain sebagainya. Mendengar kata Papua pasti yang ada di pikiran kita adalah orang berkulit hitam dan rambut keriting. Tidak, saat ini penduduk di Papua sudah beraneka ragam, banyak kaum pendatang yang sudah cukup lama menetap di Papua dan jumlahnya semakin lama semakin banyak.

        Hari Minggu 31 Januari 2016 Lalu ratusan peserta Ekspedisi NKRI Koridor Papua Barat 2016 berangkat ke Papua Barat Di bawah piminan Letkol Inf Rahmad yang terdiri dari peneliti, Akademisi, TNI serta Polri dengan menumpang Kapal Perang TNI AL KRI Surabaya 591, dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara setelah selama 1 panjat tebing

(Latihan Snapling Pra Ekspedisi di Pusdiklat Passus, Batujajar)

Bulan Melaksanakan Pembekalan di Pusdiklat Passus Batujajar dan daerah Latihan Gunung Hutan Kopassus Situlembang. Ratusan peserta Ekspedisi dari tujuh Subkorwil diantaranya Subkorwil Tambrauw, Sorong, Sorong Selatan, Manokwari Selatan, Bintuni, Wondama, Fak-Fak dan Kaimana.

        Pada kesempatan yang sangat baik ini, Yonarhanud 1/1 Kostrad ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut sebagai perwakilan dari TNI AD dari Jajaran Kostrad sebanyak 5 orang yaitu Lettu Arh Arlani Doka Aldino, Sertu Suliswanto, Sertu Saud S. Tambunan, Pratu Anshori, Pratu Supaino.personel ekspedisi arh 1

(dari kiri ke kanan : Sertu Suliswanto, Pratu Anshori, Lettu Arh Arlani, Pratu Supaino, Sertu Saud Tambunan)

Kecuali Pratu Supaino, seluruhnya melaksanakan tugas di Subkorwil 7/Fakfak, Lettu Arh Arlani sebagai Pasiops, Sertu Suliswanto sebagai Ba Pam, Sertu Saud dan Pratu Anshori sebagai Tim Penjelajahan, sedangkan Pratu Supaino sendiri melaksanakan tugas sebagai Tim Penjelajahan di Subkorwil 5/Bintuni.

Kabupaten Fakfak  adalah salah satu Kabupaten di Provinsi Papua Barat, Indonesia. Ibukota kabupaten ini terletak di Kota Fakfak. Kabupaten Fakfak terletak pada 131°30′ – 138°40′ BT dan 2°25′ – 4° LS dan berbatasan dengan: Teluk Bintuni diutara; Laut Arafura di selatan; Laut Seram dan Teluk Berau di barat; serta Kabupaten Kaimana di selatan dan timur. Kabupaten ini terkenal dengan hasil buah palanya sehingga dijuluki sebagai “Kota Pala.” Ibukotanya, Kota Fakfak, merupakan salah satu kota tertua di Papua.

Kabupaten Fak Fak, Provinsi Papua Barat terletak di kepala burung bagian selatan letaknya sangat strategis karena mempunya hub dengan Kota Ambon yang relatif lebih pendek dibandingkan dengan kota-kota lain di pulau Papua. Mayoritas penduduknya beragama Islam, tingkat asimilasi dengan dunia luar sangat tinggi sejak lama (sebelum penjajahan Belanda). Di Kabupaten Fakfak terdapat masjid-masjid tua peninggalan abad ke-17, salah satunya adalah masjid Patimburak yang terletak di Kecamatan Kokas. Hal ini menunjukan bahwa Agama Islam telah mesuk ke Papua sebelum abad ke-17, sebagain ahli memprediksikan bahwa telah masuk sejak abad ke-15. Masyarakat Kabupaten Fakfak sangat menjunjung tinggi nilai keagamaan, terbukti dengan terciptanya sebuah semboyan yang sudah ada sejak turun temurun di kabpaten Fakfak yaitu Satu Tungku Tiga Batu.

keindahan ugar 2

       (Keindahan Kep. Ugar DIstrik Kokas, Kab. Fakfak, Papua Barat)

         Tim Ekspedisi melaksanakan tugas penelitian sampai tanggal 15 Mei 2016 selanjutnya seluruh peserta Ekspedisi melaksanakan pergeseran pasukan menuju Kab. Kaimana untuk mengikuti kegiatan Penutupan di Kab. Kaimana. Kegiatan penutupan dilaksanakan pada tanggal 20 Mei 2016 bersamaan dengan peringatan hari Kebangkitan Nasional. Kegiatan penutupan dilanjutkan dengan Pameran Hasil Kegiatan Ekspedisi masing-masing Subkorwil. Pameran dilaksanakan mulai tanggal 18 s.d. 20 Mei 2016. Selanjutnya pada tanggal 21 Mei 2016 Seluruh Tim Ekspedisi NKRI Koridor Papua Barat berangkat dari Pelabuhan Kaimana menuju Pelabuhan Tanjung Priok dengan menumpang KRI Teluk Bintuni 520 TNI AL. kegiatan selanjutnya Upacara Penutupan dan Pameran Hasil Kegiatan Ekspedisi masing-masing Bidang di Makopassus Cijantung,

angrek macan

       (Anggrek Kantung, Paphilopedilum Praestans, Anggrek Endemik Papua ditemukan di DIstrik Karas, Kab. Fakfak, Papua Barat)

        Kegiatan ekspedisi ini diperoleh hasil antara lain ditemukannya 1.582 spesies flora dan 2.029 spesies fauna, ditemukannya 811 daerah yang mengalami kerusakan hutan, ditemukannya 783 data potensi geologi, ditemukannya 457 potensi bencana, ditemukannya 2.535 data sosial dan budaya, serta dilaksanakannya 1.814 kegiatan fisik dan non-fisik pengabdian masyarakat.

potben 1

       (Salah satu kegiatan penelitian Longsor oleh Tim  Potensi Bencana Subkorwil 7/Fakfak di Distrik Kokas)

        Dengan kegiatan menonjol melakukan reboisasi/penanaman pohon sebanyak 4.580 pohon pada daerah yang mengalami kerusakan. Melalui kegiatan ekspedisi, diharapkan semua temuan dapat segera dimanfaatkan secara optimal bagi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan ekspedisi melibatkan 1.193 personel baik dari TNI/Polri, Kementerian/Lembaga, Akademisi, LSM, para Tenaga Ahli (Peneliti), Mahasiswa dari 54 Universitas seluruh Indonesia maupun Masyarakat yang berasal dari pusat dan daerah dimana ekspedisi itu berlangsung.

pengmas 5

(Salah satu kegiatan Pengobatan Gratis Tim Pengabdian Masyarakat Subkorwil 7/Fakfak, di Pulau Ogasmuni, Distrik Kokas)

        Dengan tetap mengusung tema “Peduli dan Lestarikan Alam Indonesia” Ekspedisi NKRI Koridor Papua Barat 2016 bertujuan untuk meningkatkan potensi ketahanan nasional, meningkatkan wawasan kebangsaan dan bela negara, meningkatkan pelayanan kesehatan dan bakti sosial, mendata dan meneliti potensi sumber daya alam, memperkokoh persatuan dan kesatuan nasional, memberikan teladan kepada masyarakat untuk menjaga kelestarian alam, mengembangkan potensi wilayah yang belum maksimal, membangun infrastruktur daerah pedalaman/terpencil dan terisolir,serta mendukung program pembangunan nasional. Berbagai kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kegiatan penjelajahan, penelitian dan pengabdian masyarakat demi tercapainya pembangunan di wilayah Papua Barat.

kunjungan menteri PMK

      (Kunjungan Menteri PMK Ibu Puan Maharani di Salah Satu Stand Pameran, Subkorwil 7/Fakfak di Kab. Kaimana)

      Penutupan Ekspedisi NKRI Koridor Papua Barat 2016 ditampilkan pula demo Terjun Bebas Militer (Free Fall) dengan penerjun dari TNI AD, TNI AU, TNI AL dan Polri materi Flying Formation Sport dan Military Parachutes membawa 6 buah bendera Merah Putih, Mabes TNI, Mabes Polri, Kemenko PMK, Ekspedisi NKRI 2016 dan Provinsi Papua Barat, serta penampilan Tarian massal dari seluruh peserta Ekspedisi yaitu Tarian Yospan. (ada_pen_arh1).

Jun 15

YONARHANUD 1/1 KOSTRAD MENGADAKAN TES URINE MENDADAK

17. TEST URINEYONARHANUD 1/1 KOSTRAD, SERPONG UTARA – Dalam rangka mendukung program pemerintah yang juga menjadi program TNI AD mengenai pencegahan dan pemberantasan narkoba di dalam tubuh prajuritnya, Yonarhanud 1/1 Kostrad mengadakan pengecekan urine secara mendadak kepada 50 orang anggotanya. Tes urine ini digelar di Aula Panca Arga Yonarhanud 1/1 Kostrad, Senin 21 Maret 2016.

Pasi 1/Intel Yonarhanud 1/1 Kostrad, Lettu Arh Rahmad Situmorang mengatakan pemeriksaan urine para prajurit ini merupakan reaksi atas munculnya beberapa kasus narkoba yang ditemui di kalangan anggota militer TNI AD, baik sebagai pengguna maupun pengedar. “Jika ada anggota yang terbukti menggunakan dan mengedarkan narkoba akan segera diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Apabila terbukti akan langsung diserahkan kepada pihak POM dan disarankan untuk diberikan hukuman pemecatan, sesuai dengan instruksi Presiden. Untuk tahap awal ini sebanyak 50 orang anggota yang dites urine, untuk kedepannya akan dilakukan secara berkala”, jelasnya.

Kegiatan ini dilaksanakan setelah pelaksanaan upacara bendera hari senin. Para anggota dikumpulkan di depan aula untuk kemudian ditunjuk perwakilan dari tiap – tiap baterai untuk melaksanakan tes urine. Dalam pelaksanaan tes urine kali ini tidak ada satupun anggota Yonarhanud 1/1 Kostrad yang terbukti positif terlibat penyalahgunaan dan peredaran narkoba. (IDG)

Jun 15

LATIHAN KESIAPSIAGAAN BATERAI PPRC YONARHANUD 1/1 KOSTRAD

16. LAT KESIAPSIAGAANYONARHANUD 1/1 KOSTRAD, SERPONG UTARA – Pagi itu, Selasa tanggal 15 Maret 2016, suasana Yonarhanud 1/1 Kostrad terlihat bergemuruh, bunyi lonceng dan pengeras suara mengisyaratkan Bhuwana Merah berulang kali, menggugah seluruh penghuni asrama. Para prajurit dengan sigapnya bergegas berkumpul di lapangan dengan menggunakan pakaian lengkap, yang merupakan ciri khas prajurit Yonarhanud 1/1 Kostrad sebagai satuan pengawal pertahanan udara di satuan jajaran Divisi Infanteri 1 Kostrad.

Pagi itu Komandan Batalyon Arhanud 1/1 Kostrad, Mayor Arh Anang Hasto Utomo mengadakan latihan kesiapsiagaan satuan. Latihan ini bertujuan untuk mengecek sejauh mana kesiapan satuan untuk dapat berkumpul kapanpun dan dimanapun agar siap digerakkan sewaktu-waktu dalam mengantisipasi perkembangan situasi saat ini. Khususnya mempersiapkan diri sebagai pasukan PPRC yang Komando dan Pengendaliannya telah diserahterimakan kepada Divisi Infanteri 1 Kostrad.

Kegiatan diawali dengan pemeriksaan kesiapsiagaan prajurit berkumpul dengan cepat, pengecekan personel dan materiil/kelengkapan alat peralatan yang digunakan termasuk protap perbekalan isi ransel masing-masing prajurit selama 3 hari kedepan serta kesiapan kendaraan beserta alutsistanya untuk pergeseran pasukan. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan melaksanakan pergeseran pasukan menuju ke Lanud Halim Perdana Kusuma sebagai titik kumpul pasukan PPRC TNI Tahun 2016. Latihan ini juga bertujuan untuk mengetahui berapa lama waktu yang diperlukan pasukan dengan kekuatan satu baterai utuh beserta alutsistanya untuk mencapai tempat tersebut.

Komandan Batalyon menekankan kepada prajurit dalam pelaksanaan latihan kesiapsiagaan ini agar senantiasa berlatih meningkatkan kemampuan perorangan dan kerjasama dalam hubungan pucuk, peleton, baterai sampai dengan batalyon agar prajurit mengerti apa yang harus diperbuat dan mengerti tugasnya baik sebelum, selama dan sesudah pelaksanaan kegiatan/tugas yang diberikan dengan tetap mengutamakan faktor keamanan dalam pelaksanaannya. (IDG)

Jun 15

TRADISI KORPS PENERIMAAN WARGA BARU RAJAWALI

YONARHANUD 1/1 KOSTRAD, SERPONG UTARA – Tanggal 17 Maret 2016 merupakan hari yang bersejarah bagi 11 orang anggota Rajawali karena mereka pada hari itu secara resmi dinyatakan sebagai warga Batalyon Arhanud 1/1 Kostrad Rajawali.

Tradisi korps penerimaan warga baru Rajawali atau yang biasa disebut dengan Tradisi Pembayatan merupakan suatu kegiatan tradisi turun – temurun yang wajib diikuti oleh seluruh calon warga baru Rajawali. Tradisi ini bertujuan untuk membentuk semangat pantang menyerah dan jiwa korsa para prajurit warga baru Rajawali, serta untuk menumbuhkan kecintaan dan kebanggaan terhadap satuan Yonarhanud 1/1 Kostrad sehingga dalam berdinas rela mengorbankan segenap jiwa dan raganya demi kepentingan bangsa dan negara.

Kegiatan ini diikuti oleh 11 orang personel yang terdiri dari 5 orang Bintara dan 6 orang Tamtama. Kegiatan ini berlangsung dua hari satu malam, diawali dengan upacara pembukaan tanggal 16 Maret 2016 oleh Wakil Komandan Batalyon, Mayor Arh Drian Priyambodo, S.E. kemudian personel melaksanakan orientasi di dalam satuan. Dalam kegiatan orientasi ini seluruh peserta wajib mengikuti perintah dari para pelatih, hadir juga disana anggota senior yang ikut meramaikan suasana. Selanjutnya peserta melakukan orientasi di luar satuan berlari melewati daerah Pagedangan sampai dengan di daerah Lengkong. Selama perjalanan sepanjang hari, diberikan gangguan-gangguan dari Bulsi yang kemudian menuntut mereka untuk mengatasi gangguan tersebut sesuai dengan taktik bertempur yang ada.

Para peserta bermalam di Lengkong, tepatnya di Monumen Lengkong yang di depannya terdapat gudang senjata yang menjadi saksi bisu sejarah perjuangan Taruna di masa lalu untuk berjuang memperebutkan kemerdekaan dari penjajah. Menjelang subuh, peserta tradisi diberikan pendadakan untuk menguji reaksi mereka dalam menghadapi serangan musuh. Selanjutnya peserta dibawa ke TMP T15. Pembayatan Tonlataruna untuk melaksanakan ziarah, menghormati arwah para pahlawan serta mengenang jasa – jasanya dimasa lalu.

Hari kedua peserta kembali berlari menuju ke pos – pos yang telah disediakan untuk diuji pengetahuan dan keterampilannya mengenai pengetahuan militer umum, mulai dari pengjatri, ilmu medan peta dan kompas, niksarpur, pioneering, longdarlap, dan lainnya. Setelah melewati pos – pos tersebut peserta tradisi melakukan kegiatan mendorong SMB sejauh lebih kurang 3 kilometer sampai memasuki asrama. Di dalam asrama peserta tradisi telah disambut oleh warga batalyon sepanjang jalan di depan pintu gerbang sampai dengan memasuki lapangan. Setelah itu mereka melakukan tradisi masuk empang dan membuat menara manusia di empang. Selanjutnya rangkaian kegiatan tradisi pembayatan diakhiri dengan upacara penutupan tradisi korps warga baru yang ditutup oleh Komandan Batalyon Arhanud 1/1 Kostrad.

Dalam amanatnya yang dibacakan pada saat upacara penutupan, Danyon Arhanud 1/1 Kostrad, Mayor Arh Anang Hasto Utomo berpesan kepada segenap anggota yang mengikuti upacara tersebut agar tetap dapat meneruskan tradisi prestasi seperti yang telah ditorehkan para senior pendahulu. Disamping itu agar para anggota juga dapat menjaga soliditas dan silaturahmi antar sesama anggota Rajawali. Kemudian bagi anggota baru agar dapat membawa semangat dan warna baru dalam kehidupan di Yonarhanud 1/1 Kostrad tercinta. (IDG)

Artikel sebelumnya «